Malam ini. Sabtu sendiri, saya mengedit berita kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Serang. Seperti biasa, ada unsur human interest di dalamnya. Mengangkat rasa haru karena rindu untuk bertemu. Keluarga penjemput yang rela berlari menghampiri dan berdesak-desakan untuk bisa menjemput keluarga yang baru tiba.
Seandainya tidak ada Agus, OB, naik ke lantai tempat saya bekerja, saya sudah akan menangis. Sudah berkaca-kaca padahal.
Serius, berita haji itu selalu membuat haru. Mungkin karena itu salah satu kewajiban setiap muslim yang paling membutuhkan kesiapan. Bahkan bisa betahun-tahun. Kabarnya, daftar sekarang, berangkat 15 tahun yang akan datang.
Dari sejak berita keberangkatan, saya sudah bisa merasakan rasa haru. Melihat air mata yang menetes dari jamaah haji di dalam bus yang melambai keluar ke arah keluarganya. Haru melihat jamaah yang sudah begitu tua atau menggunakan kursi roda bersiap untuk berangkat.
Ah, Agus, kamu menggagalkan air mata terjatuh malam di minggu ini. Ih, apa sih.
Tak terbayangkan jika suatau saat saya menjemput kedua orang tua saya, atau saya yang dijemput oleh sanak keluarga saya. Sepertinya saat itu air mata saya tak mungkin lagi terbendung, walaupun ada Agus di sana.
24 10 2015 (live)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar